Cooling Water

Cooling water merupakan salah satu sistem pendingin yang umum digunakan di pabrik. Fungsi sistem pendingin adalah untuk menghilangkan panas dari aliran atau  peralatan proses. Ada tiga jenis sistem pendingin yaitu once-through, closed reccirculating, open recirculating.

sistem once through
sistem closed recirculation
sistem open recirculation

PERMASALAHAN PADA SISTEM COOLING WATER

DEPOSIT
Deposit adalah segala sesuatu yang mengendap pada sistem cooling water. Deposit secara garis besar dibagi menjadi dua kategori yaitu kerak (scale) dan foulant.

  • Scale terbentuk akibat pengendapan dan kristalisasi senyawa padatan yang awalnya terlarut di dalam air. Senyawa yang awalnya larut, seiring waktu akan mengalami pemekatan (kenaikan konsentrasi) akibat penguapan pada sistem cooling water sehingga melewati batas kelarutan senyawa tersebut. kelarutan beberapa senyawa akan menurun seiring meningkatnya temperatur seperti CaCO3, Ca3(PO4)2,  dan MgSiO3. Fenomena pembentukan kerak ini disebut sebagai scaling. kerak yang terbentuk bersifat keras dan tidak tembus air. Kerak akan mengurangi efisiensi perpindahan panas di alat penukar panas dan jika keraknya cukup tebal akan menghambat aliran fluida bahkan menyumbat pipa.

Scalling pada perpipaan

  • Foulant merupakan padatan tersuspensi (suspended solid) yang mengendap pada sistem cooling tower. Padatan tersuspensi bisa berasal air makeup yang tidak diolah dengan baik, kontaminasi dari udara, kebocoran dari aliran proses, dan produk korosi. Deposit ini juga mengalami pengerakan jika mengalami pemanasan berulang kali. Fenomena pembentukan deposit foulant disebut sebagai foulingHal ini akan mengurangi efisiensi proses pertukaran panas, menghambat aliran, dan menyebabkan korosi.

Fouling pada sistem cooling water

KOROSI
Korosi merupakan kerusakan pada logam akibat reaksi kimia atau elektrokimia dengan lingkungan. Korosi menyebabkan dua masalah utama pada sistem cooling water. Pertama yaitu kerusakan pada peralatan yang membutuhkan biaya penggantian dan perberhentian operasi. Kedua yaitu kehilangan efisiensi peralatan penukar panas akibat fouling dari produk korosi.

Korosi Pada Cooling Tower

MIKROBIOLOGI
Pada sistem cooling water, terutama pada sistem open recirculating merupakan linkungan yang disukai oleh mikroorganisme untuk hidup dan tumbuh. Pertumbuhan mikroba pada permukaan yang basah akan menimbulkan biofilm dan jika tidak diatasi dengan baik akan menyebabkan biofouling. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan alga, jamur, dan bakteri yang melimpah di permukaan peralatan dan akan mempercepat proses korosi peralatan.

Biofouling pada sistem cooling water

Sistem cooling water perlu dirawat dengan baik untuk menjaga sistem tetap berjalan dengan efisien dan aman. Permasalahan yang sering terjadi pada sistem cooling water adalah terbentuknya deposit (Scaling/Fouling), Korosi dan Mikroba. Masalah ini perlu diatasi agar sistem tetap bekerja dengan efisien dan aman sehingga diperlukan perawatan khusus dalam menangani permasalahan tersebut. Permasalahan ini dapat diatasi dengan optimalisasi chemical treatment. Berdasarkan pengalaman lebih dari 20 tahun, kami dapat diandalkan dalam  melakukan formulasi dan mendesain program chemical treatment yang tepat menangani berbagai permasalahan sistem cooling water terutama permasalahan korosi dan deposit.

Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 43
Kota Bandung, Jawa Barat

WA  : 082237062772
Telp : 0227317077

Copyright 2021 solusitirtaoptima.com